Otak berubah karena dipakai
Setiap kali kamu memahami sebuah konsep, sekelompok sel saraf aktif bersamaan. Kalau pola aktivasi yang sama diulang, sambungan di antara sel-sel itu menguat. Psikolog Donald Hebb merumuskan gagasan ini pada 1949, dan kini sering diringkas menjadi "sel yang aktif bersama akan tersambung bersama" [1Buku teksThe Organization of Behavior: A Neuropsychological Theory]. Kemampuan otak untuk berubah karena pengalaman inilah yang disebut neuroplastisitas.
Perubahannya bisa terlihat. Sopir taksi London, yang harus menghafal ribuan jalan, memiliki bagian belakang hipokampus (pusat memori ruang) yang lebih besar, dan makin lama mereka bekerja, makin besar bagian itu [2Jurnal ilmiahNavigation-related structural change in the hippocampi of taxi drivers]. Orang dewasa yang berlatih juggling selama tiga bulan menunjukkan pertambahan materi abu-abu di area pengolah gerak, lalu menyusut lagi setelah latihan dihentikan [3Jurnal ilmiahNeuroplasticity: changes in grey matter induced by training].
Lima teknik yang dipakai di setiap bab
1. Latihan mengingat, bukan membaca ulang
Dalam eksperimen klasik, mahasiswa yang setelah membaca langsung diuji ingatannya jauh lebih banyak mengingat isi bacaan seminggu kemudian dibanding mahasiswa yang membaca ulang teks yang sama [4Jurnal ilmiahTest-enhanced learning: taking memory tests improves long-term retention]. Meta-analisis atas ratusan perbandingan menunjukkan efek yang konsisten [6Jurnal ilmiahRethinking the use of tests: a meta-analysis of practice testing]. Tinjauan besar atas sepuluh teknik belajar menempatkan latihan mengingat di kelompok paling bermanfaat, sedangkan menandai teks dan membaca ulang di kelompok paling rendah [5Jurnal ilmiahImproving students' learning with effective learning techniques: promising directions from cognitive and educational psychology].
Karena itu setiap bab di sini berisi kotak Coba ingat di tengah materi, kuis di akhir bab, dan kartu hafalan.
2. Belajar dengan jeda
Belajar empat jam sekaligus terasa produktif, tetapi hasilnya cepat hilang. Sintesis atas 317 eksperimen menunjukkan bahwa materi yang dipelajari dengan jeda bertahan lebih lama [7Jurnal ilmiahDistributed practice in verbal recall tasks: a review and quantitative synthesis]. Jeda terbaik bergantung pada berapa lama kamu ingin mengingatnya: untuk ujian sebulan lagi, mengulang setiap beberapa hari jauh lebih baik daripada mengulang setiap jam [8Jurnal ilmiahSpacing effects in learning: a temporal ridgeline of optimal retention].
Kartu hafalan di situs ini memakai sistem kotak. Kartu yang kamu ingat naik kotak dan muncul lagi setelah 1, 3, 7, lalu 16 hari. Kartu yang kamu lupa kembali ke kotak pertama.
Pilih satu tingkat untuk melihat penjelasannya. Makin ke atas, makin tinggi kedudukannya.
3. Mencampur topik
Saat belajar, kita cenderung menghabiskan satu topik dulu baru pindah. Penelitian tentang kategori menunjukkan bahwa mencampur contoh dari kategori berbeda membuat orang jauh lebih pandai membedakannya, padahal sebagian besar peserta justru merasa cara berurutan lebih efektif [9Jurnal ilmiahLearning concepts and categories: is spacing the "enemy of induction"?]. Dalam hukum, ini penting: wanprestasi dan perbuatan melawan hukum, delik formil dan materiil, gugatan dan permohonan, semuanya mirip dan sering tertukar.
Halaman Kartu hafalan mencampur kartu dari beberapa mata kuliah sekaligus untuk tujuan ini.
4. Kata dan gambar bersama
Informasi yang tersimpan dalam dua bentuk, kata dan visual, punya dua jalan untuk dipanggil kembali [12Jurnal ilmiahDual coding theory: retrospect and current status]. Itulah alasan setiap bab dibuka dengan peta konsep dan diisi diagram alur, tabel perbandingan, linimasa, dan piramida. Belajar dengan peta konsep berkaitan dengan retensi yang lebih baik dibanding membaca teks biasa [11Jurnal ilmiahLearning with concept and knowledge maps: a meta-analysis].
5. Menjelaskan dengan kata sendiri
Siswa yang diminta menjelaskan setiap langkah bacaan kepada dirinya sendiri memahami materi lebih dalam daripada yang membaca dua kali [13Jurnal ilmiahEliciting self-explanations improves understanding]. Contoh, analogi, dan studi kasus di setiap bab adalah bahan untuk penjelasan itu. Setelah membaca satu kasus, coba jelaskan putusannya dalam tiga kalimat seolah kepada teman yang bukan mahasiswa hukum.
Mengapa materi dipecah menjadi subbab pendek
Memori kerja hanya mampu menampung sekitar empat potongan informasi sekaligus [15Jurnal ilmiahThe magical number 4 in short-term memory: a reconsideration of mental storage capacity]. Kalau satu halaman memaksa kamu memegang terlalu banyak hal baru sekaligus, sebagian akan tumpah [14Jurnal ilmiahCognitive load during problem solving: effects on learning]. Karena itu setiap bab dipecah menjadi subbab yang masing-masing membahas satu gagasan, dengan istilah baru dijelaskan saat pertama kali muncul.
Rutinitas belajar yang disarankan
Langkah terakhir didukung riset tidur: ingatan baru dikonsolidasikan saat kita tidur, sehingga begadang sebelum ujian sering kali merugikan [16Jurnal ilmiahThe memory function of sleep].
Mitos belajar yang sebaiknya ditinggalkan
Tebak dulu benar atau keliru, baru buka jawabannya.
- Otak menguatkan sambungan yang sering dipakai. Belajar berarti sering memanggil, bukan sering melihat.
- Latihan mengingat dan belajar berjeda adalah dua teknik dengan dukungan riset paling kuat.
- Mencampur topik membantu membedakan konsep yang mirip.
- Gabungkan kata dan visual, lalu jelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri.
- Tidur cukup adalah bagian dari belajar, bukan waktu yang hilang.
Sumber
- 1Hebb DO (1949). The Organization of Behavior: A Neuropsychological Theory. Wiley, New York.Gagasan bahwa koneksi saraf yang sering aktif bersamaan menjadi makin kuat.
- 2Maguire EA, Gadian DG, Johnsrude IS, et al. (2000). Navigation-related structural change in the hippocampi of taxi drivers. PNAS 97(8):4398-4403.Hipokampus posterior sopir taksi London lebih besar, sejalan dengan lama pengalaman menyetir.
- 3Draganski B, Gaser C, Busch V, Schuierer G, Bogdahn U, May A (2004). Neuroplasticity: changes in grey matter induced by training. Nature 427:311-312.Latihan juggling selama tiga bulan menambah volume materi abu-abu, lalu menyusut setelah latihan berhenti.
- 4Roediger HL, Karpicke JD (2006). Test-enhanced learning: taking memory tests improves long-term retention. Psychological Science 17(3):249-255.Mengingat ulang lewat tes menghasilkan ingatan jangka panjang lebih baik daripada membaca ulang.
- 5Dunlosky J, Rawson KA, Marsh EJ, Nathan MJ, Willingham DT (2013). Improving students' learning with effective learning techniques: promising directions from cognitive and educational psychology. Psychological Science in the Public Interest 14(1):4-58.Tinjauan sepuluh teknik belajar: latihan mengingat dan belajar berjeda paling bermanfaat; menandai teks dan membaca ulang paling rendah.
- 6Adesope OO, Trevisan DA, Sundararajan N (2017). Rethinking the use of tests: a meta-analysis of practice testing. Review of Educational Research 87(3):659-701.Meta-analisis: latihan soal secara konsisten meningkatkan hasil belajar dibanding belajar ulang atau tanpa latihan.
- 7Cepeda NJ, Pashler H, Vul E, Wixted JT, Rohrer D (2006). Distributed practice in verbal recall tasks: a review and quantitative synthesis. Psychological Bulletin 132(3):354-380.Sintesis 317 eksperimen: belajar yang dijeda lebih awet daripada belajar sekaligus.
- 8Cepeda NJ, Vul E, Rohrer D, Wixted JT, Pashler H (2008). Spacing effects in learning: a temporal ridgeline of optimal retention. Psychological Science 19(11):1095-1102.Jeda terbaik bergantung pada berapa lama materi ingin diingat; makin lama target, makin panjang jedanya.
- 9Kornell N, Bjork RA (2008). Learning concepts and categories: is spacing the "enemy of induction"?. Psychological Science 19(6):585-592.Mencampur contoh dari kategori berbeda membuat orang lebih pandai membedakan kategori, walau terasa lebih sulit.
- 10Karpicke JD, Blunt JR (2011). Retrieval practice produces more learning than elaborative studying with concept mapping. Science 331(6018):772-775.Latihan mengingat mengungguli membuat peta konsep; karena itu peta konsep di sini dipasangkan dengan latihan mengingat.
- 11Nesbit JC, Adesope OO (2006). Learning with concept and knowledge maps: a meta-analysis. Review of Educational Research 76(3):413-448.Belajar dengan peta konsep berkaitan dengan retensi pengetahuan yang lebih baik dibanding membaca teks atau daftar.
- 12Paivio A (1991). Dual coding theory: retrospect and current status. Canadian Journal of Psychology 45(3):255-287.Informasi yang disimpan dalam bentuk kata dan gambar sekaligus lebih mudah dipanggil kembali.
- 13Chi MTH, de Leeuw N, Chiu MH, LaVancher C (1994). Eliciting self-explanations improves understanding. Cognitive Science 18(3):439-477.Menjelaskan materi kepada diri sendiri meningkatkan pemahaman.
- 14Sweller J (1988). Cognitive load during problem solving: effects on learning. Cognitive Science 12(2):257-285.Dasar teori beban kognitif: kapasitas memori kerja terbatas, jadi materi perlu dipecah.
- 15Cowan N (2001). The magical number 4 in short-term memory: a reconsideration of mental storage capacity. Behavioral and Brain Sciences 24(1):87-114.Memori kerja menampung sekitar empat potongan informasi sekaligus.
- 16Diekelmann S, Born J (2010). The memory function of sleep. Nature Reviews Neuroscience 11(2):114-126.Tidur membantu mengonsolidasikan ingatan yang baru dipelajari.
- 17Pashler H, McDaniel M, Rohrer D, Bjork R (2008). Learning styles: concepts and evidence. Psychological Science in the Public Interest 9(3):105-119.Tidak ada bukti kuat bahwa mengajar sesuai "gaya belajar" visual, auditori, atau kinestetik meningkatkan hasil.